Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui apa itu listrik.
2. Untuk mengetahui apa itu arus, tegangan dan daya
3. Untuk mengetahui hubungan antara arus, tegangan dan daya dengan listrik.
LISTRIK DINAMIS
adalah listrik yang dapat bergerak. Cara mengukur kuat arus pada listrik
dinamis adalah muata listrik dibagi waktu dengan sastuan muatan listrik adalah
coulomb dan satuan waktu adalah detik. Kuat arus pada rangkaian bercabang sama
dengan kuat arus yang masuk sama dengan kuat arus yang keluar. Sedangkan pada
rangkaian seri kuat arus tetap sama disetiap ujung hambatan. Sebaliknya
tegangan berbeda pada hambatan. Pada rangkaian seri tegangan sangat tergantung
pada hambatan, tetapi pada rangkaian bercabang tegangan tidak berpengaruh pada
hambatan. Semua itu telah dikemukakan oleh hokum kirchoff yang berbunyi” jumlah
kuat arus listrik yang masuk sama dengan jumlah kuat arus yang keluar” .
dasarkan hukum ohm dapat diseimpulkan cara mengukur tegangan listrik adalah
kuat arus hambatan. Hambatan nilainya selalu sama karenateganan sebanding
dengan kuat arus. Tegangan memiliki satuan volt (V) dan kuat arus adalah ampere
(A) serta hambatan adalah ohm.
KUAT ARUS LISTRIK (I)
Aliran listrik ditimbulkan oleh muatan
listrik yang bergerak di dalam suatu penghantar. Arah arus
listrik (I) yang timbul pada penghantar berlawanan arah
dengan arah gerak elektron. Muatan listrik dalam jumlah
tertentu yang menembus suatu penampang dari suatu penghantar dalam
satuan waktu tertentu disebut sebagai kuat arus listrik. Jadi kuat arus
listrik adalah jumlah muatan listrik yang mengalir
dalam kawat penghantar tiap satuan waktu. Jika
dalam waktu t mengalir muatan listrik sebesar Q, maka
kuat arus listrik I adalah:
I = Q ⁄ t
I= kuat Arus (A)
Q = muatan listrik (C)
t = waktu (sekon )
Coba perhatikan Video ini :
Beda Potensial (V)
Beda potensial adalah banyaknya energi
listrik yang diperlukan untuk memindahkan sejumlah muatan listrik. Beda
potensial dirumuskan:
V = W/Q
W = energi listrik ( J )
Q = muatan listrik ( C )
V = beda potensial ( V)
Beda potensial adlah dorongan yang
menyebabkan electron-elektron itu mengalir dari satu tempat ke tempat lain.
Elektron dapat mngalir pada suatu rangkaian jika ada beda potensial. Tapi jika rangkaiannya terbuka electron tetapi
tidak mengalir walaupun ada beda potensial. Terjadinya arus listrik dari kutub
positif ke kubub negatif dan alira electron dari kutub negatif ke kutub positif. Disebabkan oleh adanya beda
potensial antar kutub positif dengan kutub negatif, dimana kutub positif
mempunyai potensial yang lebih tinggi dibandingkan kutub negatif, dengan
demikian dapat dikatakan bahwa arus listrik timbul jika ada perbesaran potensial. Beda potensial
antara kutub positif dan kutub negatif dalam keadaan terbuka disebut gaya gerak
listrik dan dalam keadan tertutup
disebut tegangan jepit.
MENGUKUR BEDA POTENSIAL
Beda potensial atau disebut juga tegangan
dapat diukur dengan Voltmeter. Voltmeter selalu dipasang Paralel terhadap
komponen yang akan diukur beda potensialnya.
Cara membaca Voltmeter:
V = ( skala yang ditunjuk/skala maksimum) x batas ukur.
Selain Voltmeter, beda potensial dapat diukur
dengan menggunakan Multimeter dan Osiloskop.
Konsep penginderaan jauh sering dihubungkan
dengan berbagai teknik menggunakan gelombang elektromagnetik dalam perolehan
informasi di permukaan bumi. Radiasi elektromagnetik membawa energi dalam
perjalannya. Energi yang tertangkap oleh sensor dipengaruhi oleh bentuk fisik
obyek dan kondisi atmosferik. Gelombang elektromagnetik memiliki dua komponen
pokok, yaitu komponen elektrik dan komponen
magnetik.
Terdapat beberapa istilah terkait dengan
energi dan gelombang elektromagnetik. Energi yang berasosiasi dengan gelombang
elektromagnetik tersebut dikenal dengan istilah Radiant Energy.
Rata-rata energi yang dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain disebut dengan
flux energy. Flux energy diukur dengan menggunakan satuan Watts (W).
Rata-rata energi yang dipindahkan oleh gelombang elektromagnetik disebut dengan
Radiant Flux. Magnitude dari radiant flux pada suatu satuan permukaan
disebut dengan Radiant Flux Density. Radian flux density ini diukur
dengan satuan Watts per meter persegi (Wm-2) Informasi yang diperoleh melalui gelombang
elektromagnetik dapat terkodifikasi dalam frekuensi, intensitas atau polarisasi
gelombang elektromagnetik tersebut. Informasi diperoleh dari radiasi secara
langsung gelombang elektromagnetik dari sumber benda ke sensor melalui bidang
bebas, atau radiasi tidak langsung melalui pantulan, penghamburan, atau radiasi
ulang menuju sensor .
Panjang gelombang dan frekuensi dapat
memberikan informasi yang sama, oleh karena itu kedua terminologi tersebut
sering digunakan secara bersamaan ataupun saling menggantikan satu sama lain . Keterkaitan
panjang gelombang dengan frekuensi dapat di formulasikan sebagai berikut.
λ=c/f
T=1/f=λ/c Keterangan :
f
: frekuensi (Hz)
λ : Panjang gelombang
c
: Kecepatan cahaya (299.792.458 m/detik)
T
: waktu yang digunakan gelombang mencapai satu periode
Panjang gelombang disimbolkan dengan lambda (λ).
Panjang gelombang diukur dalam satuan meter (m) ataupun faktor turunannya
seperti centimeter (cm), nanometer (nm), mikrometer (µm) Satuan yang digunakan untuk pengukuran panjang gelombang
dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel. Satuan ukuran panjang gelombang
Faktor
|
Awalan
|
Simbol
|
10-18
|
Atto
|
A
|
10-15
|
Femto
|
F
|
10-12
|
Pico
|
P
|
10-9
|
Nano
|
N
|
10-6
|
Micro
|
µ
|
10-3
|
Mili
|
M
|
103
|
Kilo
|
K
|
106
|
Mega
|
M
|
109
|
Giga
|
G
|
1012
|
Tera
|
T
|
Frekuensi diukur dalam satuan Hertz yang
disingkat Hz. Frekuensi memiliki hubungan yang terbalik dengan panjang
gelombang elektromagnetik. Semakin pendek panjang gelombang elektromagnetik,
akan semakin tinggi frekuensi gelombang tersebut. Sebaliknya dengan semakin
panjangnya suatu gelombang elektromagnetik, frekuensinya akan semakin rendah.
Tabel berikut memberikan gambaran keterkaitan antara panjang gelombang dengan
frekuensinya.
Tabel. Panjang gelombang dan frekuensi
Λ
|
F
|
0.03Å
|
1019Hz
|
0.3 Å
|
1018Hz
|
3 Å
|
1017Hz
|
30 Å
|
1016Hz
|
0.3µ
|
1015Hz
|
3 µ
|
100THz
|
30 µ
|
10THz
|
0.3mm
|
1THz
|
3mm
|
100GHz
|
30mm
|
10GHz
|
0.3m
|
1GHz
|
3m
|
100MHz
|
30m
|
10MHz
|
0.3km
|
1MHz
|
3km
|
100kHz
|
30km
|
10kHz
|
300km
|
1kHz
|
3000km
|
100Hz
|
30000km
|
10Hz
|
Total energi yang dibawa oleh suatu gelombang
dapat dihitung dengan persamaan sebagai berikut.
E=h.f
Keterangan :
E
: Total energi pada suatu panjang gelombang
h :
Konstanta Plank ( 6.625 x 10-34 J s)
f
: frekuensi (Hz)


